Sunday, 13 August 2017

Si Kecil Susah Makan !

Kebanyakan orangtua tahu bagaimana frustasinya saat si kecil menolak mencoba makanan baru atau tidak mau melahap makanannya. Jangan stres dulu Bu. Anak-anak cenderung melakukan hal ini sesekali waktu. Selama si kecil mempunyai energi untuk menjalankan aktivitasnya dan mempunyai tingkat tumbuh kembang yang baik, Anda tidak perlu terlalu risau.


Ada beberapa alasan anak menolak untuk makan. Simak penjelasan dan solusinya berikut ini ya:
  •     Kesehatan terganggu
Dilansir oleh situs Yourkidstable, rasa tidak nyaman pada perut, konstipasi, tumbuh gigi, atau kecapekan menjadi penyebab utama si kecil susah makan. Keterbatasan bahasa yang dimiliki, membuat anak sulit mengutarakan apa yang sedang dirasakan. Cermati tanda-tanda yang ditunjukkan oleh si kecil, misalnya perut kembung, sering buang air besar, atau terus menerus memegang bagian gusi yang ngilu karena gigi yang tumbuh.
  •     Picky Eater
Picky eater adalah masalah yang umum terjadi pada anak. Selain dilanda bosan dengan menu yang itu-itu aja, kondisi sensoris juga memegang peranan penting.  Menurut situs Yourkidstable, anak akan menolak makanan tertentu jika tidak menyukai rasa dan tekstur makanan saat dipegang atau dikunyah. Tawarkan variasi makanan yang bergizi untuk si kecil, tapi jangan memaksa si kecil untuk mencobanya, agar tidak menimbulkan ketakutan yang malah bikin anak menolak untuk makan. Makanlah bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya, biasanya si kecil akan meniru tindakan Anda dan mau mencoba makanan baru.
  •     Kesiapan makan si kecil
Perhatikan tanda-tanda apakah si kecil sudah bisa mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Jika mengalami tersedak, melepeh atau memuntahkan makanan, maka ada kemungkinan anak belum siap untuk memakan makanan tertentu. Akibatnya, si kecil mulai menolak untuk makan karena tidak tahu bagaimana cara mengunyahnya dan takut  tersedak lagi, seperti yang dilansir situs Yourkidstable. Perhatikan jenis makanan apa saja yang ditolak si kecil lalu olah kembali agar lebih mudah dicerna olehnya.
  •     Jadwal makan dan snack
Biasanya sebelum jam makan, anak sudah kenyang karena memakan kudapan, sehingga menolak untuk makan makanan yang disediakan. Situs Familydoctor menyarankan untuk mengatur jadwal pemberian camilan agar tidak mengganggu jam makan. Selain itu, Anda juga bisa membuat suasana makan jadi lebih menyenangkan dengan mengajak keluarga untuk makan bersama di meja makan. Matikan dulu TV dan smartphone Anda dan luangkan waktu berkualitas bersama keluarga.

Semoga dengan tips-tips di atas, Anda tidak bingung menghadapi si kecil yang sedang memasuki periode susah makan ya, Bu.

Anak usia balita merupakan masa bermain. Pada masa ini, anak kadang lebih tertarik terhadap mainan dibandingkan makanan. Perlu kiat khusus untuk menghadapi ini. Jangan sepelekan saat balita susah makan, bisa-bisa perkembangannya terhambat.

Melihat balita susah makan tentu membuat orangtua resah. Selain khawatir kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, bila anak susah makan dapat mengalami keterlambatan atau masalah tumbuh kembang. Orang tua harus tahu cara mengatasi anak susah makan. Salah satu kiat mengatasi anak susah makan adalah meningkatkan keterampilan makan anak sehari-hari, mulai dari umur enam bulan hingga tiga tahun.

Periode ini, menurut Dokter Desie Dwi Wisudanti, merupakan periode kritis cara meningkatkan keterampilan makan anak.

“Bila periode ini tidak dimanfaatkan secara optimal maka anak akan mengalami masalah makan,” ujar Desie.

Banyak faktor yang dapat membuat balita susah makan. Bukan hanya kebiasaan, budaya, tingkat ekonomi atau umur. Obat-obatan yang dikonsumsi kadang juga dapat membuat anak susah makan.

Nah, berikut ini beberapa cara mengatasi anak susah makan yang cukup efektif dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi anak susah makan:
  1. Beri anak asupan makanan yang sesuai dengan usia dan perkembangan tubuhnya. Beri porsi yang cukup bukan berlebih, jika anak merasa kurang ia boleh minta tambah.
  2. Agar anak tidak cepat bosan, variasikan menu, rasa, ragam dan penyajian hingga menarik.
  3. Makanan yang pada gizi dan kaya akan energi lebih baik dari pada kudapan yang akan membuat anak cepat kenyang.
  4. Jadwalkan waktu yang tepat untuk memberikan makan dan camilan. Untuk camilan, Anda bisa memberikan buah-buahan sebagai pilihan camilan sehat.
  5. Buatlah acara makan menjadi saat yang menyenangkan untuk anak.
  6. Latihlah kemandirian anak agar bisa makan sendiri. Berikan kepercayaan dan dukungan agar ia merasa percaya diri dan mampu makan sendiri.
  7. Berikan anak variasi jenis makanan yang baru dengan porsi secukupnya. Jika ia mulai terbiasa, anda bisa menambah porsi dan mencari variasi lain agar ia tidak merasa bosan dan senang dengan pengalaman mengenal makanan baru.
  8. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat.
  9. Usahakan untuk selalu menawarkan makanan. Jika ia menolak suatu makanan, boleh jadi sebetulnya ia suka makanan tersebut, namun ia memerlukan sedikit dorongan yang memotivasinya untuk bisa menjadi lebih tertarik dengan makanan tersebut.
  10. Pastikan makanan kesukaan anak kaya akan gizi dan nutrisi yang penting untuk tubuhnya.
  11. Kenalkan anak beragam jenis makanan sejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.
Semoga Bermanfaat

Mendidik Anak Usia 3 Tahun Yang Aktif


Bicara soal anak berusia 3 tahun, pastinya pada usia ini adalah saat dimana sang anak sedang aktif – aktifnya bergerak. Hal ini karena kemampuan motorik mereka sudah mulai berkembang dengan baik. Rata – rata anak usia 3 tahun sedang bersemangat mengeksplor lingkungan sekelilingnya dan menemukan hal – hal baru, karena mereka mulai menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar.

Kebanyakan orang tua merasa bahwa pada usia ini adalah saat  – saat yang sangat menguras kesabaran mereka, karena anak usia 3 tahun biasanya terlihat egois, susah diatur, keras kepala, dan mudah marah serta temperamental. Belum lagi mereka memiliki energi yang seolah tidak ada habisnya. Saat ini orang tua umumnya akan merasa harus mencari bagaimana cara mengatasi anak nakal dan susah diatur.

Mendidik Anak Usia 3 Tahun Melalui Perkembangan Kemampuannya

Mengapa anak pada usia ini menunjukkan perilaku seperti tadi, penyebabnya adalah karena pada usia 3 tahun anak telah mulai belajar mengembangkan otonomi dirinya. Ia telah mulai mempunyai keinginan sendiri, namun belum mempunyai kemampuan untuk berpikir logis sehingga terwujud dalam perilaku yang sepertinya membangkang tersebut. Padahal, tahap ini adalah dasar untuk anak agar dapat mengembangkan kemandiriannya serta kemampuan mengelola emosinya. Kemampuan yang mulai berkembang pada anak usia 3 tahun sesuai karakteristik anak usia dini.

Inilah beberapa cara mendidik anak usia 3 tahun : 

1. Kemampuan Motorik

Memasuki usia 3 tahun keatas anak akan mulai mengembangkan kemampuan motorik halus dan kasar yang lebih baik sehingga ia dapat mulai melakukan beberapa hal sederhana seperti ini:
  • Belajar memakai baju sendiri
Untuk tahap ini, cobalah siapkan model baju yang bisa dengan mudah dipakai sendiri oleh anak misalkan baju yang tanpa kancing atau retsleting yang menyulitkan anak memakainya. Belajar memakai baju sendiri merupakan cara mendidik anak laki – laki dan cara mendidik anak perempuan usia 3 tahun agar mulai mandiri.
  • Belajar makan sendiri
Anak mulai bisa memakai garpu dan sendok. Jangan biarkan dia menolak makanan yang disediakan di piringnya, tunjukkan bahwa dia harus menghabiskan makanan tersebut. Variasikan dengan makanan kesukaannya agar anak yang pemilih mau menghabiskan makanannya.
  • Mulai membantu kegiatan di rumah
Perkenalkan anak dengan apa saja kewajiban anak di rumah dimulai dari cara yang sederhana. Misalnya berikan anak tugas kecil saat sedang membereskan rumah, seperti mengambilkan barang, merapikan mainannya, menaruh pakaian kotornya ke keranjang pakaian. Tugas – tugas kecil tersebut akan menjadi cara meningkatkan keyakinan diri dan cara agar percaya diri ke dalam pikiran anak.
  • Siap untuk belajar ke toilet
Seiring dengan perkembangan motoriknya, anak akan menunjukkan kesiapan untuk belajar ke toilet sendiri. Ingat, cara mendidik anak yang baik adalah menghindari pemaksaan. Jadi ajarkan toilet training kepada anak hanya jika anak sudah menunjukkan minatnya. 

2. Kemampuan Sosial

Selain kemampuan motorik, pada usia 3 tahun anak akan mulai menunjukkan ketertarikan secara sosial kepada orang lain, dalam hal ini orang baru di luar lingkup rumah dan keluarganya serta teman sebayanya.
  • Menunjukkan minat untuk berteman
Anak usia 3 tahun akan terlihat mulai berminat menjalin pertemanan dengan sebayanya. Perkenalkan anak kepada teman – teman seusianya dengan sesekali membuat acara bermain bersama. Cara menjadi orang tua yang baik adalah mendampingi anak ketika mereka bermain, karena pada usia ini anak masih membutuhkan bantuan orang tua untuk bermain dengan teman seusianya. Bermain bersama dapat menumbuhkan pemahaman untuk saling berbagi dan empati kepada orang lain.
  • Memulai aktivitas yang baru
Bisa jadi ini adalah waktunya untuk mengenalkan anak dengan kegiatan di luar rumah. Misalnya mengenalkan anak dengan kelompok bermain atau kelompok anak usia dini. Perkenalkan dengan kegiatan seperti olahraga, senam, prakarya, perkenalkan beberapa cara mengajari anak membaca, dan lain – lain. Tidak perlu menyekolahkannya secara formal, cara mendidik anak usia 3 tahun cukup hanya memperkenalkan bentuk kegiatannya saja. 

3. Kemampuan Kognitif

Secara sederhana, kemampuan ini merupakan aspek yang berkaitan dengan kecerdasan anak melalui kemampuan untuk mengenal dan memahami berbagai macam hal. Ini penting agar anak bisa memiliki pemahaman sosial yang baik jika telah memiliki pemahaman tentang berbagai peristiwa, orang lain, atau benda – benda di sekitar yang akan turut berperan membentuk karakternya.
  • Mengembangkan kemampuan berbahasa
Anak usia 3 tahun mulai banyak berbicara, perbendaharaan katanya pun akan semakin bertambah hingga ia mampu merangkai kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kata sederhana. Ketika anak diam, ia pun sedang mengamati apa yang dibicarakan orang lain. Bantu anak melatih kemampuan berbahasanya dengan banyak menjelaskan, misalnya mendeskripsikan apa yang sedang dilakukan orang tua, bagaimana rasa makanan, minuman, apa kegunaan suatu benda, dan lain – lain. Hal itu akan membantu anak memperluas kosa katanya.
  • Membuat keputusan dan mengikuti petunjuk sederhana
Anak juga akan mulai bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri, memilih apa yang dia inginkan saat memakai baju, sepatu, makanan, mainan, dan pilihan kegiatannya. Bantu anak memilih misalnya dengan menyiapkan dua pilihan kepadanya dan ia harus memilih salah satu yang disukai. Saat ini anak juga telah bisa memahami petunjuk sederhana, seperti permintaan tolong untuk diambilkan sesuatu, membersihkan mainannya, untuk pergi ke satu tempat di dalam rumah, dan lain – lain. 

4. Kemampuan Emosi

Salah satu aspek pentingnya pendidikan karakter anak adalah kemampuan anak untuk belajar cara meredam emosi dirinya melalui serangkaian proses yang akan tampak tidak terarah. Saat ini anak akan tampak bersifat egosentris dan kurang paham perasaan orang lain. Tetapi sebenarnya semua itu akan menjadi dasar pijakan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan mengelola emosinya.
  • Fase Tantrum
Pada fase ini anak akan secara tiba – tiba mengalami amukan yang sulit diredakan. Penyebab anak melawan orang tua sulit dijelaskan. Memang tidak semua anak usia tiga tahun akan mengalaminya. Namun jika anak menunjukkan perilaku ini, itu adalah tanda bahwa ia sedang berusaha mengenali gejolak emosinya sendiri yang terwujud dalam perilaku tantrum, karena ia belum tahu cara mengekspresikan perasaannya. 

Tips Untuk Para Orang Tua
Agar perkembangan anak di usai 3 tahun bisa optimal, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mendidik buah hatinya:
  • Beri kesempatan anak bermain di luar
Ciri – ciri orang tua yang over protektif adalah terlalu khawatir kepada anak, sehingga sulit mengijinkan anak untuk merasakan dunia di luar rumahnya. Keinginan anak untuk mengeksplorasi dunia luar pada usia 3 tahun sangat besar sesuai dengan energi yang dimilikinya dan kebutuhannya untuk terus bergerak. Untuk anak yang cenderung aktif, penuhi kebutuhan geraknya dengan sesekali mengajaknya bermain di luar. Anak pun akan bisa berkenalan dengan teman sebayanya dan mengenalkan cara bersosialisasi kepada anak. Pentingnya pendidikan karakter untuk anak akan terbentuk dengan belajar bersosialisasi.
  • Mengajarkan Berbagi
Ketika sudah terbiasa bersosialisasi, anak akan belajar bahwa tidak semua keadaan teman sebayanya sama dengannya. Ada anak yang kurang beruntung, dan ada yang lebih beruntung daripada lainnya. Ajari anak untuk menumbuhkan empati dan rasa murah hati dengan belajar berbagi dengan teman sebayanya.
  • Berikan Pujian
Jika anak telah berhasil melakukan sesuatu hal yang positif, berikan ia reward atau pujian. Sekedar ucapan terima kasih dari orang tua sudah dapat membuatnya percaya diri dan bangga.
  • Konsisten
Saat ia sedang mengamuk, hendaknya orang tua tidak menunjukkan tanda – tanda untuk memenuhi keinginannya, karena itu bukanlah cara memanjakan anak yang baik. Anak justru akan belajar bahwa dengan mengamuk, ia akan mendapatkan keinginannya. Untuk orang tua, tahanlah keinginan untu balas berteriak atau bahkan main tangan. Bahaya menampar anak akan sangat besar efeknya kelak. Sebaliknya, tunjukkan bahwa cara mendidik anak nakal dengan tegas. Berlakulah seolah – olah tidak ada yang terjadi, lanjutkan kegiatan yang sedang dilakukan atau alihkan perhatiannya. Anak akan melihat bahwa amukannya tidak akan membawanya kepada hal yang baik.

Satu hal yang terpenting dari mendidik anak usia 3 tahun adalah bahwa orang tua harus ingat untuk mendidik anak sesuai dengan usianya. Cara mendidik anak usia 2 tahun tentu beda dengan anak 3 tahun. Jangan sampai orang tua memaksakan anak untuk dewasa sebelum usianya. Ingatlah bahwa pada usia 3 tahun cara terbaik mengajari anak adalah dengan sambil mengajaknya bermain dan membuat suasana yang menyenangkan baginya.

Semoga Bermanfaat

Friday, 11 August 2017

Mau Punya Anak Pintar Sejak Dini ?


Kalau ditanya mau punya anak pinter !, tentu jawabannya pasti "mau". Orang tua mana yang tidak mau kalau anaknya pinter betul tidak ?.


Seseorang sharing dengan kami. Mengeluhkan anaknya yang susah banget disuruh makan. Lalu gampang kena batuk pilek. Pun tidak hanya cukup berhenti disitu, ia juga kadang iri dengan anak-anak yang sering nongol di tv: ganteng, bersih, pinter pula.

“Jangan suka bandingin anak-anak kita dengan anak-anak itu, Bund,” kata saya. “Anak adalah anugerah. Coba kalau si kecil tahu dia sedang dibanding-bandingkan, ia tentu akan marah.”

Memang..

Sebagai seorang ibu, tentu kita semua ingin anak-anak kita tumbuh dengan sehat, dan cerdas. Saya yakin semua ibu juga menginginkan hal yang sama.

Namun, tidak semua tahu caranya…

Padahal caranya itu mudah banget lho Bunda. Ya, gampang banget.

Untuk anak usia bawah tiga tahun, bunda tidak perlu membawa si kecil untuk les ini itu. Tidak.

Cukup Bunda lakukan saja hal-hal ini di rumah, Insya Allah akan berdampak bagus untuk perkembangan kecerdasan anak..
 
1. Hitung semuanya bersama-sama

Ajak balita Bunda menghitung semua benda yang ada di sekitarnya. Bisa jumlah balok mainan atau kupu-kupu di halaman rumah. Sebutkan angka dengan suara lantang agar Si Kecil bisa mengingatnya.

2. Membacakan buku

Membacakan buku cerita sebelum tidur atau saat bermain akan memancing imajinasi anak, menerapkan kebiasaan membaca sejak dini dan menambah perbendaharaan kata.

3. Jalan-jalan di luar

Balita tidak bisa menjadi cerdas jika ia hanya 'dikurung' di dalam rumah. Ajak anak jalan-jalan ke taman atau keliling kampung agar ia bisa mengetahui dan mengamati banyak hal yang tidak ditemuinya di rumah.

4. Biarkan ia jadi bos (sesekali)

Membiarkan anak memilih bisa membuatnya jadi balita cerdas. Misalnya minta ia memilih mau pakai piring warna apa untuk makan hari ini. Anak akan berlatih untuk membuat keputusan sejak dini dan hal itu dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya karena kita menerima pilihannya.

5. Bermain pasir

Kita sering melarang anak bermain tanah karena khawatir tangannya kotor dan tercemar kuman. Jangan khawatir, Bun. Kalo hanya tangan kotor kan bisa dicuci. Lebih aman lagi jika Bunda bisa menyediakan pasir yang sudah diayak dan tempatkan dalam sebuah kotak khusus di luar rumah.
Dengan bermain pasir anak akan belajar tentang tekstur dan sifat-sifat pasir, juga belajar tentang cara membangun rumah saat ia membuat istana pasir.

6. Bercerita sebelum tidur

Meski balita Bunda belum bisa bicara, ceritakan padanya tentang apa yang Bunda lakukan seharian atau perasaan Bunda saat itu. Balita cerdas Bunda akan mendengarkan curahan hati Bunda tanpa banyak bertanya. Bunda pun akan merasa lebih baik sesudahnya.

7. Bermain sandiwara boneka

Berpura-puralah menjadi dalang dan mainkan dua boneka di tangan Bunda sambil bersembunyi di belakang kursi atau guling yang disusun tinggi. Tak perlu mengarang cerita serius. Bisa dengan berpura-pura jadi ibu dan anaknya, atau ayah dan ibu. 
Permainan ini akan mengajarkan anak tentang cara berbicara pada orang lain sesuai dengan situasi saat itu.

8. Tunjukkan album foto keluarga

Album foto keluarga terdengar jadul seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Padahal dengan album foto Bunda bisa menunjukkan foto kakek neneknya yang tinggal jauh atau telah meninggal. Selain itu, Bunda juga bisa mengenalkan anak pada saudara-saudara sepupu, paman atau bibinya. Balita cerdas Bunda akan menyadari bahwa dirinya ternyata tidak sendiri meski ia jarang bertemu mereka.

9. Bermain balok kayu atau Lego

Inilah metode paling umum yang dilakukan orangtua untuk membesarkan balita cerdas. Membuat rumah dengan balok kayu atau Lego akan melatih balita untuk berpikir secara sistematis dan melatih kesabarannya dalam membuat sesuatu.

10. Membantu ibu

Mungkin Bunda akan uring-uringan jika balita Bunda ikut masuk ke dapur dan bikin sayur mayur berceceran. Sabar ya, Bun. Itu tBundanya Si Adek punya rasa ingin tahu yang tinggi dan ia ingin Bunda mengajarinya.
Sediakan beberapa lembar kertas koran sebagai alas duduk balita. Letakkan sayur mayur yang tidak Bunda gunakan dan biarkan ia memotong sayur untuk Bunda.

11. Menyapanya

Sempatkan diri untuk menyapa anak di sela-sela kesibukan memasak, meski ia tampak sedang asyik bermain sendiri. Kebiasaan ini akan membuat balita cerdas karena ia merasa Bunda tetap memperhatikannya meski tak bersamanya setiap saat.

12. Bermain bersama ibu

Ibu adalah orang pertama yang dikenal anak saat ia dilahirkan, juga orang pertama yang menjadi temannya di rumah ketika ayah pergi bekerja dan kakaknya bersekolah. Coba deh sesekali Ibu ajak ia bermain gelembung sabun, main masak-masakan atau apa saja yang disukainya.
Balita cerdas bisa dihasilkan melalui dua macam proses, yaitu bermain dan berinteraksi dengan orang terdekatnya, yaitu Bunda.

13. Istirahat cukup

Makanan bergizi saja tidak cukup untuk membuat balita menjadi cerdas. Waktu istirahat yang seimbang di siang dan malam hari juga penting agar tubuh balita fit sepanjang hari.
Balita yang kurang tidur tidak akan menjadi balita cerdas karena ia akan selalu merasa ngantuk dan tidak menaruh perhatian terhadap apapun.

Semoga bermanfaat

Thursday, 10 August 2017

Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Hamil


Selain segar dan dapat menghilangkan rasa haus, ternyata air kelapa juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Itulah mengapa banyak ahli yang menyarankan konsumsi rutin air kelapa bagi ibu yang sedang hamil.

Sekarang ini banyak ditemukan minuman kemasan yang menumpang nama ‘air kelapa’ dan mengklaim dirinya sebagai minuman hidrasi yang baik. Sebaiknya hati-hati sebelum membeli, jangan sampai Anda keliru membeli minuman dengan rasa air kelapa. Ingat, yang harus Anda beli adalah air kelapa asli.


Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil

Kenapa Air Kelapa Bermanfaat untuk Ibu Hamil?
Selama masa kehamilan, Ibu membutuhkan banyak nutrisi yang tepat guna membantu perkembangan janin di dalam kandungan. Air kelapa memiliki sejumlah manfaat yang dibutuhkan ibu dan janin, apa sajakah manfaat itu?

1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Salah satu zat yang terkandung dalam air kelapa adalah asam laurat. Asam laurat adalah antijamur, antiviral dan antibakter yang baik. Asam Laurat dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan melawan berbagai virus yang datang seperti flu dan herpes.

Asam laurat juga sangat berguna ketika menyusui kelak. Kandungan Asam laurat dapat membantu jabang bayi terhindar dari berbagai penyakit dan infeksi.

2. Membantu Mengurangi Kelelahan

Ibu hamil biasanya lebih sering merasa lelah dan mengalami dehidrasi. Karena itu air kelapa yang mengandung elektrolit merupakan pilihan tepat. Elektrolit yang terkandung dalam air kelapa dapat menggantikan cairan pada tubuh yang hilang, sehingga ibu dapat terhindar lagi dehidrasi.

Selain itu air kelapa juga mengandung beberapa jenis garam alami seperti klorida, potasium dan sodium yang bermanfaat bagi tubuh.

3. Mencegah Infeksi Saluran Kencing

Tubuh ibu hamil mengalami beberapa perubahan hormon dan juga perkembangan rahim yang berakibat pada tertekannya kantung kemih. Hal ini membuat ibu hamil sulit kencing. Karena air kelapa merupakan diuretik alami, ia dapat membuat kencing lebih mudah sekaligus mencegah terjaidnya infeksi pada saluran kencing pada ibu hamil. Selain itu, beberapa wanita juga merasakan manfaat dari meminum air kelapa yang membantunya mengatasi masalah infeksi saluran kemih.

4. Melancarkan Sirkulasi Darah

Rasa pegal dan nyeri yang dirasakan oleh ibu hamil karena membawa beban besar di perutnya dapat diatasi oleh air kelapa. Rasa pegal dan nyeri biasanya disebabkan oleh tidak optimalnya sirkulasi dalam darah.

Jika ini terus terjadi maka janin beresiko kekurangan oksigen. Disinilah pentingnya peran air kelapa yang mengandung potasium dan magnesium yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Potasium juga berfungsi untuk membuat syaraf bekerja, ginjal menyaring darah dan otot untuk bergerak.

5. Mengatasi Konstipasi

Selain dapat melancarkan buang air kecil, air kelapa juga bermanfaat untuk melancarkan buang air besar. Bagi ibu hamil yang mengalami konstipasi atau sulit buang air besar dapat mencoba mengkonsumsi air kelapa secara rutin.

Hal yang Harus Anda Ingat Sebelum Mengkonsumsi Air Kelapa

Air kelapa memang memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mulai mengkonsumsinya:
  1. Jangan berlebihan dalam mengkonsumsi air kelapa. Walaupun banyak manfaatnya, air kelapa tetap tidak bisa menggantikan porsi air putih dalam kehidupan.
  2. Pastikan jika air kelapa yang akan Anda konsumsi berasal langsung dari kelapa muda yang masih segar. Disarankan untuk memastikan sendiri proses pemotongan kelapa agar tidak terjadi kekeliruan.
  3. Sebaiknya mengkonsumsi air kelapa muda segera setelah selesai di potong. Agar nutrisi dan kandungan di dalamnya masih terjaga.
  4. Jangan langsung meminum air kelapa dalam jumlah besar. Coba dulu minum sedikit, jika tidak suka atau terasa tidak nyaman, langsung hentikan.
  5. Melihat banyaknya manfaat yang diberikan oleh air kelapa, maka tidak ada salahnya jika Anda mulai beralih mengkonsumsi air kelapa dibanding kopi dan minuman lainnya.
Demikian ulasan mengenai manfaat air kelapa untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat.


Wednesday, 9 August 2017

Menjaga Kesehatan Ibu Saat Masa Kehamilan







Menjaga kesehatan ibu  saat masa kehamilan sangat penting dilakukan, badan terasa lemah, lesu juga kurang semangat sangat sering dialami oleh ibu hamil. Memang sang ibu yang sedang hamil seringkali mengalami gejala yang mirip dengan seseorang yang sedang sakit.Yang paling penting adalah janin yang sedang tumbuh dalam rahim sang bunda memerlukan berbagai hal yang dapat membuatnya harus tumbuh sehat, berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan sang bunda saat masa kehamilan.
  • Olahraga Sederhana Dan Teratur.
Hamil bukanlah alasan untuk bersantai dan bermalas-malasan, saat hamil, olahraga juga sangat dibutuhkan oleh sang bunda untuk kesehatan bunda dan anak yang dikandung tersebut.
Olahraga ringan dan rutin seperti berjalan kaki selama 20 menit setiap hari perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh bunda dan perkembangan sang bayi. Mengikuti kelas yoga atau senam hamil juga disarankan seminggu sekali, Bahkan ada senam khusus yang mudah anda pelajari, melalui buku-buku kehamilan atau CD. Membiasakan bergerak sejak hamil, terutama di pendekatan terakhir masa kehamilan untuk agar membantu proses persalinan yang lebih mudah sehingga bunda sehat kita/bayi selamat.

Berikut ini beberapa olahraga sehat yang dapat dilakukan bunda hamil:

1. Berjalan kaki

Lakukan perjalanan dengan santai dan tidak terburu-buru selama 20 menit, Jika sempat jalan-jalan keluar sambil menghirup udara segar lebih bagus dilakukan.

2. Senam

Anda bisa melakukan olahraga senam yang satu ini di kelas-kelas khusus ibu-ibu hamil. Kelas seperti ini memiliki instruktur senam yang akan membantu setiap gerakan senam Anda. Hindari untuk melakukan gerakan seperti melompat dan berputar dengan cepat.

3.Hypnobirthing

hypnobirthing merupakan cara relaksasi dengan memberikan usapan yang bertujuan mempermudah persalinan. Selain itu, program ini pun memasukkan pikiran positif kepada ibu dengan membayangkan hal-hal yang menyenangkan.

4. Renang

Olahraga ini dapat menguatkan otot, melatih paru-paru dan jantung bunda hamil, Sebaiknya, Anda memilih gaya bebas dan gaya dada. Hindari melakukan gaya punggung atau gaya kupu-kupu karena terlalu berat. Hal lain yang perlu diingat adalah lakukan gerakan dengan tenang dan santai, jangan terburu-buru.

5. Yoga

Olahraga yang satu ini biasanya menjadi favorit para wanita hamil. Pada intinya, olahraga yang satu ini melatih otot-otot tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, gerakan yoga pun dipercaya dapat memperlancar proses persalinan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu mempengaruhi keseimbangan mental dan emosional.
  • Istirahat Cukup
Bekerja saat hamil memang tidak dilarang bahkan dianjurkan agar tetap aktif terutama dimasa kehamilan, namun disela-sela jadwal kerja luangkan waktu bunda untuk beristirahat. Pejamkan mata 10-15 menit setiap lepas jam makan siang, rebahkan tubuh anda dan rasakan relaksasi dengan bernafas dan rasakan kesegaran tubuh anda kembali.

Saat malam tiba, usahakan tidur tepat waktu dan berkualitas antara 6 hingga 7 jam. Bunda hamil membutuhkan waktu istirahat lebih lama, karena saat istirahat itulah perkembangan janin terjadi. 

Berikut tips istirahat yang efektif :

  1. Tidur menghadap ke kiri dengan bantal diantara lutut, di bawah perut dan di tempat-tempat yang dibutuhkan.
  2. Pergi tidur diwaktu yang sama setiap malam dan bangun tidur juga diwaktu yang sama setiap pagi.
  3. Pergi tidur lebih cepat ketika merasa sangat lelah.
  4. Tidur sebentar di siang hari jika tidak mendapatkan tidur yang cukup pada malam harinya.
  5. Minum semua cairan pada pagi hari dan kurangi minum pada malam hari.
  • Makanan sehat
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bunda hamil hanya memerlukan asupan makanan kurang lebih 2200 kalori perhari, kali ini bunda tidak hanya makan untuk dirinya, tetapi juga untuk si janin. Jangan makan terlalu banyak untuk alasan karena bayi Menginginkannya , makanan yang memiliki kandungan gizi misalnya jumlah vitamin, protein dan mineral diperlukan untuk membangun janin agar tetap seimbang dan tidak berlebihan. Jangan lupa juga untuk minum air putih agar terjaga dari dehidrasi dan mengatasi sembelit yang biasa diderita oleh bunda hamil.

Makanan sehat yang cocok untuk dikonsumsi harus diformulasikan untuk membentuk janin yang sehat dan sempurna, apa sajakah? Diantaranya adalah:
  1. Protein 
  2. Zat Besi 
  3. Kalsium 
  4. Iodium 
  5. Vitamin B 
  6. Asam folat 
  7. Omega 3 
  8. Asam lemak.
Makanlah makanan sehat yang mengandung unsur diatas secara cukup dan tidak berlebihan. Hindari dan kurangi juga untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, lemak tinggi dan makanan dan minuman yang tidak dimasak matang atau tidak dipasturisasi.

Berikut ini pedoman sederhana diambil dari infoibuhamil.com menjaga makanan sehat untuk ibu hamil:

1. Makanan harus matang/dimasak

Bunda hamil disarankan untuk makan makanan yang matang, contohnya seperti telur. Jangan pernah mencoba untuk memakan telur setengah matang, karena dikhawatirkan mengandung bakteri salmonela yang bisa membahayakan janin, juga makanan mentah lain seperti lalapan, steak, sushi lebih baik dihindari.

Keju lembek, susu yang tidak disterilkan atau pasta juga perlu dihindari karena mengandung bakteri listeria yang dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran.

2. Minum susu hamil

Susu yang mengandung kalsium, asam folat dan vitamin lainnya sangat bagus untuk ibu hamil, pastikan anda memilih yang terbaik di pasaran.

3. Makan sayuran dan buah

Sayuran berdaun hijau, kentang, ubi, labu kuning, kacang-kacangan sangat bagus untuk perkembangan ibu hamil. Beberapa buah untuk ibu hamil yang baik adalah apel, jeruk, anggur, tomat baik anda konsumsi untuk tumbuh kembang sang buah hati.
  • Lingkungan sehat
Untuk bunda hamil, upayakan untuk jauh dari paparan langsung bahan kimia (bau cat tembok baru, bahan-bahan kimia yang mengandung merkuri, timah hitam, insektisida) dan benda-benda berbau tajam. Lingkungan sehat untuk bunda hamil adalah lingkungan dengan kualitas air, tempat pembuangan, ventilasi, dan pencahayaan yang baik. Pastikan bunda berada di lingkungan yang baik dan tidak membuat stress seperti di tempat bising, karena secara tidak langsung hal tersebut akan mempengaruhi kondisi janin bunda.

Bagi ibu hamil, kebersihan haruslah sangat diperhatikan, tidak hanya kebersihan tubuh dengan rutin mandi, mencuci rambut, dll. Perlu menjaga pula kebersihan makanan yang akan dimakan, kebersihan lingkungan termasuk udara, juga harus diperhatikan. Saat hamil, kita lebih banyak mengeluarkan keringat, dan sering buang air kecil, yang memungkinkan tubuh rentan terpapar kuman bahkan bakteri.
  • Pemeriksaan Rutin ke Dokter
Selalu rajin untuk memeriksa janin dan sang bunda ke dokter, konsultasikan problem kehamilan anda. Dan tanyakan pula hal-hal yang harus dilakukan dan pantangan masa kehamilan bunda. Aktif bertanya pada dokter/bidan akan membuat Anda tahu lebih banyak saran kesehatan dari ahlinya.
Anda boleh berhubungan seksual, mungkin dokter tidak akan membicarakan hal ini jika anda tidak menanyakannya. Tenang saja, Anda dan suami bisa tetap berhubungan seksual. Tetapi bila kandungan Anda bermasalah, misalnya ada mium, Anda harus berkonsultasi pada dokter untuk keamanan dan kenyamanan hubungan seksual Anda.

Ironis memang, ketika hamil Anda rentan terhadap gangguan kesehatan, rasa sakit dan nyeri di bagian-bagian tubuh. Tetapi justru saat hamil Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri (painkiller) seperti aspirin, ibuprofen, dan codeine. Bila Anda terserang flu, Anda lebih baik istirahat dan mengonsumsi makanan yang secara alami akan menguatkan daya tahan tubuh Anda seperti buah, sayur, susu, dan madu. Namun apabila Anda terpaksa minum obat, parasetamol adalah pilihan yang aman.

Perlu diingat bahwa kehamilan adalah kondisi badan yang sehat dan memang perlu perhatian khusus pada kesehatan bunda, segala hal yang biasa dilakukan sehari-hari boleh dilakukan wanita hamil, intinya, fikiran tetap rileks, nikmati kehamilan Anda dan beraktifitas dengan seimbang!
Perhatikan juga Video panduang kehamilan berikut untuk menjaga janin anda untul tumbuh berkembang lebih baik.

Semoga bermanfaat dan jaga kesehatan bunda, untuk kesehatan keturunan kita.

Sumber : http://www.duniabunda.com

Mengajari Anak Menggosok Gigi Yang Benar


Bagaimana cara mengajari anak untuk menggosok gigi? kebiasaan menggosok gigi memang penting dan harus diajarkan sejak dini. Apalagi semakin bertambahnya usia anak, maka makanan yang dia konsumsipun akan semakin bervariasi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan akan membuat giginya keropos dan rusak. Jangan sampai sikecil menderita sakit gigi hanya karena malas menggosok gigi. Untuk itu, penting bagi bunda untuk mengajarkan cara menggosok gigi pada anak.

Mengajak anak untuk rajin menyikat giginya memang bukan hal yang mudah, bunda harus pintar dalam menyikapinya, jangan sampai kegiatan yang seharusnya menyenangkan ini menjadi sesuatu yang ditakuti oleh si kecil.



Cara Mengajari Anak Menggosok Gigi

Berikut ini ada beberapa hal yang harus bunda perhatikan dalam mengajarui si kecil.

  • Ajarkan sejak dini 
Biasakan untuk menggosok gigi si kecil sejak dini, bahkan sebelum giginya tumbuh. Bunda dapat mencoba membasuh gusi si kecil dengan kain basah yang lembut setiap kali si kecil habis menyusu. Hal seperti ini akan membantu menanamkan ingatan pada si kecil tentang pentingnya menggosok gigi.

Setelah gigi si kecil mulai tumbuh, gunakan sikat lembut tanpa pasta gigi.  Anak dibawah usia 2 tahun belum dapat berkumur dan meludah dengan benar, meski diklaim aman bagi anak, pasta gigi terbuat dari campuran bahan-bahan yang daintaranya merupakan bahan kimia dan dapat menimbulkan efek samping jika tertelan. Cukup menggunakan sikat gigi dan air hangan 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam hari sebelum tidur.
  • Ajak anak memilih sikat dan pasta giginya sendiri
Saat ini banyak tersedia berbagai model sikat gigi dan pasta gigi dengan warna-warna yang menarik. Membiarkannya memilih sendiri sikat dan pasta gigi akan membuatnya lebih bersemangat dalam menggosok gigi.

Tetapi bunda tetap harus jeli dan teliti terhadap sikat gigi yang dipilih. Pilihlah sikat yang berbulu halus, selain itu pilih sikat yang berkepala kecil dan tidak tajam.
  • Buat suasana ceria saat menggosok gigi
Jelaskan pada anak tentang pentingnya menggosok gigi, misalnya dengan mengajak dia melawan 'monster' di gigi. Jangan sekali-kali memarahinya atau memaksanya. Gunakan bahasa yang akan dipahami dan dimengerti oleh sikecil.

Hindari mengajak anak dengan mengancam atau menakut-nakuti, misalnya dengan kalimat "Awas, kalo tiadk mau gosok gigi nanti disuntuk sama dokter"!. Kalimat seperti itu tidak akan efektif dalam mengajak anak mau menggosok giginya, malah akan membuat anak semakin takut ke dokter gigi.
  • Lakukan kegiatan gosok gigi bersama
Jangan hanya sekedar berteori, praktekan gosok gigi bersama-sama si kecil. Cara ini dikatakan lebih banyak berhasil membuat anak mau menyikat gigi ketimbang orang tua yang hanya menyuruh tanpa mendampingi anaknya.
  • Beri pujian
Jangan segan memujinya jika si kecil berhasil menggosok giginya. Hal ini akan menyemangatinya untuk rajin menggosok gigi.
  • Ajarkan secara bertahap
Ajari anak menggosok giginya secara bertahap, perkenalkan pasta gigi ketika si kecil sudah bisa berkumur dan meludah. Ajari anak memegang sendiri sikatnya secara pelan-pelan. Jangan memaksanya gosok gigi sendiri bila si kecil belum mau.
  • Cari tau penyebab si kecil menolak gosok gigi
Jika si kecil tetap menolak untuk menggosok giginya, cari tau penyebabnya. Bisa jadi si kecil sakit gigi dan merasa nyeri. Komunikasikan dengan lembut pada si kecil, bawa ke dokter gigi jika memang terjadi masalah pada gigi si kecil.

Mengajari menggosok gigi pada balita memang susah-susah gampang. Namun, bukan berarti bunda harus menyerah begitu saja. Jangan sampai si kecil terlanjut sakit gigi. Upayakan segala cara agar anak mau menggosok gigi dengan teratur.
Demikian blog ini saya buat, semoga bermanfaat.


Tuesday, 8 August 2017

Salah Kaprah "Vlek" Pada Anak


Penting! Apakah sebenarnya penyakit Vlek ini? 

Sering kita mendengar orangtua bercerita, Anak saya terkena flek (Vlek?)  Jika dilakukan suatu survey sederhana yang menanyakan siapa yang putra/putrinya pernah terkena vlek, maka tidak sedikit yang mengiyakan. Dalam rujukan literatur medis, tidak pernah dikenal penyakit yang namanya Vlek. Mengapa istilah yang tidak ada rujukannya ini demikian popular? Pasien yang didiagnosis sebagai Vlek hampir pasti memperoleh pengobatan berupa obat anti tuberculosis (TB). Dengan kata lain, yang disebut sebagai Vlek ini adalah penyakit TB. Mengapa dokter enggan menyebut secara jujur bahwa pasien terkena TB?  Ini mungkin terkait dengan karakter masyarakat kita yang cenderung memperhalus kata-kata yang dianggap merupakan kondisi yang memalukan atau merupakan stigma yang kurang baik dalam masyarakat. Tuberkulosis atau TB dahulu dikenal sebagai TBC atau penyakit tiga huruf yang pada beberapa dekade lalu merupakan penyakit menular dan mematikan, sehingga pasiennya harus dikarantina di tempat tersendiri yang diberi nama sanatorium.

Mengapa sampai dipilih kata Vlek ini untuk menggantikan penyakit tuberkulosis?  Kata Plek/Vlekken dari bahasa Belanda berarti spot dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Indonesia berarti bercak. Hal ini kemungkinan mengacu pada penampakan bercak-bercak atau infiltrat pada foto Rontgen pasien TB.  Sebenarnya timbulnya bercak atau infiltrat pada foto Rontgen paru bukan spesifik milik penyakit TB namun dapat terjadi pada penyakit lainnya seperti pneumonia (radang paru akut) oleh berbagai macam penyebab baik virus, bakteri atau jamur.

Lebih Jauh tentang Tuberkulosis (TB) pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara. Anak biasanya tertular TB dari orang dewasa yang sakit TB dan berkontak erat dengannya. Pasien TB yang paling mudah menularkan adalah yang pemeriksaan dahaknya positif mengandung kuman TB. Adanya sumber penularan baik di dalam atau sekitar rumah juga di lingkungan terdekat lainnya misalnya di taman bermain, sekolah, tempat les; merupakan faktor risiko anak terkena TB. Gejala sakit TB pada anak agak berbeda dengan gejala TB pada orang dewasa. Jika pada orang dewasa gejala batuk darah atau batuk lama merupakan gejala utama, pada anak gejala tersering adalah demam lama yang tak kunjung sembuh. Anak juga sering mengalami kesulitan menaikkan berat badan atau bahkan mengalami penurunan berat badan.

Batuk pada anak yang patut dicurigai sebagai gejala TB adalah batuk yang terjadi terus-menerus selama paling sedikit 2 minggu, tidak pernah reda, bahkan cenderung makin memberat. Intensitas batuk biasanya tidak berbeda antara siang dan malam. Harus dibedakan antara batuk pada TB dengan batuk yang terkait alergi yang juga sering dialami oleh anak dengan adanya riwayat alergi pada keluarga. Batuk alergi lebih bersifat hilang-timbul, biasanya timbul jika ada pencetus, malam atau dini hari lebih berat daripaa di siang hari. Batuk terkait alergi ini dapat mereda dengan atau tanpa pengobatan. Pada TB, anak cenderung kurang aktif dibandingkan temannya sedangkan pada alergi biasanya anak tetap aktif seperti biasa.

Bagaimana dokter mendiagnosis TB pada anak?

Diagnosis TB pada anak lebih sulit dibandingkan pada dewasa, karena gejalanya terkadang kurang khas dan anak belum dapat sepenuhnya mengeluarkan dahak untuk diperiksakan. Oleh sebab itu dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosis TB pada anak. Setelah mengumpulkan keterangan perjalanan penyakit dan melakukan pemeriksaan fisis, pemeriksaan yang sangat penting untuk membuktikan bahwa anak sudah terinfeksi TB adalah uji tuberkulin yang disebut dengan uji Mantoux (Mantoux test). Jika uji tuberkulin tidak tersedia maka alternatif pemeriksaan untuk membuktikan adanya infeksi adalah pemeriksaan darah yang disebut dengan IGRA (Interferon gamma release assay)-TB. Pemeriksaan penting lainnya adalah pemeriksaan Rontgen dada. Pada kondisi tertentu misalnya didapatkan benjolan kelenjar pada daerah leher maka dokter akan melakukan biopsy/pengambilan contoh jaringan pada benjolan yang membesar tersebut. Semua informasi mulai dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisis termasuk penelurusan pertumbuhan melalui kurva berat badan, uji Mantoux, Rontgen serta pemeriksaan tambahan lainnya akan menjadi dasar penegakan diagnosis TB.

Jika diagnosis TB sudah ditegakkan maka anak harus minum obat anti TB selama 6 bulan. Pada kondisi TB yang berat misalnya sampai mengenai selaput otak maka pengobatan berlangsung sampai 12 bulan. Obat diminum setiap hari, dan ada obat yang menyebabkan air kemih berwarna oranye-kemerahan. Biasanya gejala membaik pada 1-2 bulan pertama, namun harus ditegaskan bahwa pengobatan yang tidak tuntas atau putus berobat dapat mengakibatkan kekambuhan dalam bentuk yang lebih berat.





Pentingnya Meluruskan Istilah Vlek

Mengapa istilah Vlek ini sebaiknya tidak lagi digunakan dan harus diluruskan menjadi sakit TB ? Pertama tentu karena tidak ada rujukannya maka kita harus mengembalikan ke pilihan kata yang benar.  Bisa dibayangkan jika kebetulan orangtua berkomunikasi dengan dokter di luar negri misalnya maka mereka akan kesulitan memahami penyakit Vlek ini, sedangkan penyakit Tuberkulosis dikenal oleh seluruh dokter di belahan dunia mana pun. Kedua, orangtua yang tidak dijelaskan bahwa Vlek adalah TB menjadi kurang pemahaman bahwa : penyakit TB adalah menular sehingga harus dicari siapa sumber penularan dan siapa yang sudah atau berpotensi tertular. Penyakit TB adalah penyakit yang dapat mengenai seluruh organ tubuh, termasuk otak, tulang, hati dan usus serta dapat menyebabkan kematian. Pengobatan TB harus tuntas dan sampai sembuh, sehingga orangtua harus memahami pentingnya keteraturan minum obat.

Apa yang harus dilakukan jika dokter menyatakan putra Anda terkena Vlek?  Penting untuk orangtua melakukan konsultasi mendalam dengan dokter mengenai apakah yang dokter maksudkan vlek adalah sakit TB, lalu dapat dikomunikasikan mengenai alasan mengapa sampai terdiagnosis TB berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan seperti hasil uji Mantoux yang positif dan hasil Rontgen yang menunjang ke arah TB. Orangtua harus membantu mengidentifikasi sumber penularan serta kemungkinan masih berlangsungnya transmisi kuman dan adanya anak lain dalam rumah yang mungkin juga tertular. Dengan cara seperti ini maka penanggulangan TB akan dapat menurunkan angka pasien TB di Indonesia.


Sumber : 
Dr. Nastiti Kaswandani, SpA(K)
Ketua UKK Respirologi PP-IDAI
Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM

Mengajari Sisulung Menyayangi Adik Bayi

Kehadiran adik bayi pastinya bisa menambah keceriaan di keluarga. Namun, sepertinya hal itu belum tentu berlaku bagi si kakaknya. Si Kak...