Wednesday, 20 September 2017

Mengapa Bayi Sering Ngeces ?


Mitos yang berkembang di masyarakat bahwa bayi yang sering ngeces disebabkan karena ngidam yang tidak kesampaian. Betulkah ngeces karena faktor ibu hamil yang ngidam dan tidak kesampaian? Tidak ada hubungan sama sekali antara keinginan ibu hamil dengan bayi yang sering ngeces. Ngeces pada bayi adalah kondisi normal.Kebiasaan ngeces pada bayi akan hilang dengan sendirinya seiring bertambah usia dan membuatnya semakin matang dalam perkembangan bayi karena sudah dapat mengontrol produksi air liur dan juga kemampuan menelannya sudah sempurna. Usia 2-4 bulan merupakan rentan waktu yang membuat bayi sering ngeces. Lantas apa yang membuat bayi anda ngeces?

Ini adalah penjelasan mengapa bayi sering ngeces :

Ngeces atau mengiler atau drooling dikenal pula dengan istilah kedokteran shalore disebabkan oleh faktor fisiologis atau gangguan yang menyebabkan anak ngeces. Anda tidak perlu khawatir ngeces tidak akan menyebabkan gangguan yang serius akan tetapi sebaiknya anda mengenali gejala yang menyebabkan ngeces apakah indikasi penyakit atau gangguan yang harus ditangani.

Penyebab ngeces adalah perubahan produksi air liur yang meningkat dapat dikarenakan pertumbuhan gigi pada bayi, kondisi alerhi makanan, pemberian obat tertentu atau keadaan infeksi seperti abses peritonsilar, sinusitis atau mononukleasis. Ngeces yang harus diwaspadai adalah ngeces yang berlebihan atau excessive drolling karena terkaitan dengan syaraf yang mengatur kerja otot secara optimal.

Produksi air yang meningkat pada beberapa bayi normal terjadi karena adanya pertumbuhan gigi dan meningkatkan flu dan alergi. Umumnya peningkatan air liur yang cukup pada usia 6 bulan dikarenakan akan mempersiapkan anak untuk mendapatkan nutrisi dari makanan padat. Sedangkan pada awal pemberian makanan pendamping ASI bayi sulit mempertahankan air liur dari mulutnya inilah yang menyebabkan ngeces yang normal di alami oleh bayi.

Sedangkan pada 6-9 bulan bayi ngeces pada posisi berbaring, tengkurap, telentang dan duduk. Begitupula dengan bayi yang mulai berbicara untuk meraih, tumbuh gigi atau menunjuk. Pada usia 9 bulan, bayi ngeces saat makan makanan tertentu sedangkan pada usia 10 -18 bulan bayi akan ngeces ketika melakukan gerakan halus. Memasuki usia 2 tahun barulah bayi sudah dapat mengontrol dan tidak ngeces lagi. Sedangkan pada usia lebih dari 2 tahun dan masih ngeces kemungkinan terjadi gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga mengetahui penyebab utama terjadinya bayi ngeces .

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu bayi ngeces atau drooling :
  1. Mengingatkan bayi untuk sering menelan air liur
  2. Mengingatkan anak anda untuk menutup mulut dan mengangkat dagu
  3. Mengurangi makanan manis yang menyebabkan meningkatkan produksi air liur
  4. Apabila yang menyebabkan bayi anda ngeces adalah tumbuh gigi. anda dapat memberikan es atau benda dingin sehingga mengurangi ngeces.
Lakukan pemeriksaan pada balita diatas 2 tahun yang masih ngeces. Untuk mengetahui penyebab kelainan yang diderita sehingga melakukan speech therapy ditujukan untuk lebih mampu mengatup kedua bibir dan mengalirkan ludah ke rongga mulut kemudian ditelan.


Tuesday, 19 September 2017

Bolehkah Ibu Menyusui Minum ES?


Menyusui merupakan proses alamiah untuk memberikan makanan bagi anak anda akan tetapi bagaimana jadinya apabila ketika anda sedang menyusui selalu waswas dikarenakan banyak larangan yang berhubungan dengan mitos selama menyusui. Tidak hanya ketika anda memberikan ASI pada bayi anda, mitos ketika merawat bayi sudah dimulai ketika ibu sedang mengandung kemudian ketika perawatan bayi dan kini di masyarakat seringkali dibingungkan dengan mitos mengenai menyusui.

Tahukah anda bahwa sebagian masyarakat percaya jika ketika anda sedang menyusui banyak sekali makanan yang dipantang. Sehingga banyak sekali ibu yang menghindari makanan makanan yang dianggap akan memunculkan masalah ketika pemberian ASI. Rasa khawatir yang dimiliki oleh ibu memang masuk diakal akan tetapi apabila terus menyiksa sebaiknya anda hindari. Berikut adalah penjelasan apakah Ibu yang sedang menyusui boleh minum es?

Ketika anda menyusui terkadang muncul nasihat yang seringkali memberikan anjuran dan larangan tanpa sebuah alasan secara ilmiah. Pemberian anjuran dan larangan yang berkembang di masyarakat lebih dikenal dengan istilah mitos. Lantas apakah ibu hamil boleh minum es merupakan mitos atau fakta? Menyusui sangat disarankan, bahkan gencar menjadi program pemerintah dalam pemberian ASI ekslusif selama enam bulan.

Alasan utama ASI menjadi program pemerintah dalam pemberian ASI ekslusif dikarenakan kandungan yang terdapat di dalam ASI yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Penelitian yang dilakukan dalam pemberian ASI sependapat bahwa kandungan di dalamnya salah satunya dapat menjadi imunitas atau daya tahan tubuh bagi bayi.

Dalam pemberian ASI seringkali ibu terkendala dikarenakan berbagai alasan salah satu diantaranya adalah kuantitas ASI. Banyak yang beranggapan bahwa kuantitas ASI dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Salah satu diantara yang harus anda ketahui disini bahwa pasokan ASI bukan dipengaruhi saja oleh makanan akan tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi kesehatan ibu atau kondisi pikiran ibu selama menyusui.

Meskipun demikian seringkali masyarakat menghubungkan antara pemberian susu dengan makanan yang ibu konsumsi walaupun dalam sebuah penelitian yang dilakukan anggapan mengenai makanan dapat mempengaruhi ASI tidak sepenuhnya benar akan tetapi makanan yang anda konsumsi harus diperhatikan kualitasnya. Anda tidak perlu mempercayai mitos yang tumbuh di masyarakat seperti pembahasan kali ini yang mengkhawatirkan ibu menyusui yang minum es .

Anggapan yang beredar di masyarakat ketika ibu menyusui minum es maka akan menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi yaitu apabila Ibu yang menyusui minum es akan membuat bayi menjadi flu. Padahal taukah anda bahwa minum es tidak memiliki hubungan sama sekali sebagai pemicu flu bagi bayi. Meskipun anda minum es atau makan es cream, kondisi tubuh anda tidak akan berubah drastis sehingga tidak masuk diakal ketika ibu minum es, ASI yang diberikan kepada anak anda menjadi dingin.

ASI yang diberikan pada bayi meskipun ibu mengkonsumsi es akan tetap hangat pada posisi 37 derajat celcius. Hal ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan mengkonsumsi minuman dan makanan yang dingin. Salah satu yang harus diperhatikan bahwa selama makanan yang bergizi anda tidak perlu khawatir. Sehingga bagi anda yang masih khawatir kepada bayi sehingga dengan pemberian ASI karena larangan makanan dan minuman maka sebaiknya sekarang mengetahui alasannya dan tidak perlu cemas ketika pemberian ASI. Pemberian ASI yang disertai rasa cemas yang akan menghambat proses produksi ASI.

Semoga Bermanfaat

Manfaat Menjemur Bayi dan Anak di Pagi Hari

Para orang tua yang pernah atau sedang memiliki bayi kecil yang baru lahir pasti tidak asing lagi dengan kegiatan menjemur bayi di pagi hari. Selama beberapa waktu, bayi yang baru lahir memang harus dijemur di bawah sinar matahari. Tentu saja kegiatan menjemur bayi ini tidak dilakukan sembarangan, akan tetapi hanya bisa dilakukan setiap hari pada pukul 7 pagi sampai 9 pagi saja, dimana saat sinar matahari belum terlalu menyengat. Sinar matahari pagi dianggap dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Bayi yang baru lahir terkadang memiliki kadar bilirubin yang tinggi di dalam darahnya, sebabnya karena fungsi hati pada bayi baru lahir belum sempurna. Sehingga hal itu sangat beresiko untuk membuat bayi menjadi kuning. Karena itulah bayi baru lahir sering dianjurkan untuk dijemur pada pagi hari, karena sinar matahari bisa membantu menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi yang baru lahir.

1. Merawat Bayi yang Baru Lahir

Perawatan bayi yang baru lahir tidak terbatas hanya pada menjemur bayi setiap pagi hari saja, namun juga masih ada banyak tips-tips lain yang akan berguna bagi para orang tua baru sebagai panduan untuk mengasuh bayinya yang baru lahir.
  •     Bayi akan sering minta makan
Pada bulan-bulan pertama kelahirannya, penyebab utama bayi menangis adalah karena lapar. Dalam situasi seperti ini, ibu memang akan sedikit kerepotan karena harus menyusui bayi sesering mungkin. Bayi sering minta makan karena saat di dalam kandungan ia tidak pernah merasakan lapar. Suplai makanan yang terus menerus dari plasenta ketika dalam kandungan sudah mencukupi kebutuhan bayi yang masih di dalam, karena itu ketika lahir dan baru merasakan lapar, maka bayi akan sering minta menyusui. Namun jangan khawatir, pola makan bayi akan terbentuk pada usia sekitar lima minggu sehingga ibu tidak perlu menyusuinya setiap saat.
  • Sering buang air
Bayi yang baru lahir juga tidak memiliki jadwal buang air kecil dan buang air besar yang teratur. Bahkan air seni dan feses bayi dapat menjadi tolok ukur kondisi kesehatan bayi. Adakalanya bayi sering buang air, namun tidak perlu khawatir karena itu berarti bahwa bayi sudah cukup makan. Segera bersihkan bayi setelah ia buang air, dan jangan lupa bubuhi selangkangan dan pantatnya dengan krim bayi agar tidak lecet.
  • Bedong
Sampai sekarang masih banyak perdebatan tentang perlunya bayi dibedong. Tradisi membedong bayi memang telah ada sejak lama, akan tetapi tidak semua orang kini mau mengikutinya karena tidak semua bayi mudah merasa kedinginan. Terlebih dalam iklim tropis seperti di sini. Untuk mengetahui bayi kedinginan atau tidak, ada satu cara sederhana. Peganglah bagian belakang leher bayi. Jika terasa panas dan lembab, mungkin saja sebenarnya si kecil sedang kegerahan. Bila ia kegerahan, segeralah ganti bajunya dengan yang lebih nyaman.
  • Pilih produk bayi yang aman
Saat ini banyak tersedia beragam kosmetika untuk bayi. Sebenarnya tidak semua diperlukan oleh bayi, karena itu orang tua harus bijak dalam memilih produk yang benar-benar diperlukan bayinya. Gunakan produk yang hipoalergenik dan sudah teruji secara klinis.
  • Kegiatan yang tidak disukai bayi
Bayi tidak menyukai kegiatan seperti ganti baju, pemberian obat, dan lain sebagainya yang dapat mengganggu waktu tidurnya. Karena itu jika Anda harus melakukan hal tersebut, maka lakukanlah dengan cepat dan efisien agar bayi tidak terburu bosan.

2. Menjemur Bayi yang Benar

Menjemur bayi kecil di bawah sinar matahari tentu tidak semudah meletakkan jemuran pakaian begitu saja. Orang tua juga harus memastikan bahwa bayi merasa nyaman dengan tempatnya berjemur. 

Untuk itu, cobalah pastikan beberapa kondisi berikut ini agar bayi merasa nyaman selama dijemur dan tidak rewel:
  • Lama Menjemur
Menjemur bayi baru lahir ada batasan waktunya tersendiri. Paling lama Anda hanya bisa menjemur bayi kurang lebih selama lima belas menit, karena kulit bayi baru lahir pada dasarnya sangat sensitif, sehingga tidak bisa terlalu lama terkena sinar matahari.
  • Tanpa pakaian
Sebaiknya memilih tempat untuk menjemur bayi yang terlindung dari angin yang besar, karena ketika dijemur kulit bayi harus terkena sebagian besar cahaya matahari. Hal itu berarti bayi harus dijemur tanpa mengenakan pakaian kecuali hanya popoknya saja atau celana bayi. Tujuannya agar bagian dada dan punggung bayi bisa terkena sinar matahari secara menyeluruh.
  • Tutupi mata bayi
Bagian yang harus dihindari agar tidak terkena cahaya matahari adalah mata bayi. Tutupi mata bayi dengan kain (atau sekarang ada kacamata khusus untuk bayi berjemur) agar cahaya matahari tidak menyorot langsung ke matanya yang dapat berakibat pada kerusakan lensa dan retina mata bayi.
  • Perhatikan cuaca
Menjemur bayi tidak selalu harus di tempat terbuka, namun bisa juga di ruangan lain yang masih mendapat cahaya matahari. Ketika cuaca dingin atau sedang berangin, sebaiknya tidak memaksa menjemur bayi di luar ruangan.
  • Jangan menjemur bayi prematur
Bayi yang lahir prematur memerlukan banyak penyesuaian dengan dunia luar karena tubuhnya cenderung belum siap untuk beradaptasi. Sebaiknya jangan memaksakan untuk menjemur bayi prematur, karena justru dapat membahayakan kesehatannya. Mintalah saran dokter jika merasa bahwa bayi prematur butuh mendapatkan sinar matahari.
  • Temani bayi
Jangan meninggalkan bayi sendirian selama ia dijemur. Sebaiknya ajak bayi berinteraksi dengan menyanyikan lagu atau mengajaknya berbicara. Hal ini sekaligus akan membantu tumbuh kembang bayi dan mendekatkan bayi dengan Anda.
  • Perhatikan sinar matahari
Menjemur bayi pada pagi hari akan harus dilakukan lebih singkat jika sinar matahari terlalu terik. Anda perlu memperhatikan intensitas cahaya matahari ketika menjemur bayi. Jika dirasa terlalu terik, persingkat waktu menjemur bayi Anda. Setelah dijemur, beri waktu beberapa saat lalu mandikan bayi Anda.
  • Posisi bayi ketika dijemur
Bayi yang dijemur sebaiknya sesekali diganti posisinya. Misalnya dibaringkan, lalu ditengkurapkan. Hal ini berguna agar tubuh bayi maksimal terkena sinar matahari.
  • Susui
Sesaat setelah bayi selesai dijemur, ibu dapat menyusuinya. Hal ini karena waktu dijemur, bayi tentunya mengalami dehidrasi, sehingga bayi perlu di berikan air putih atau di susui.

3. Manfaat Menjemur Bayi

Sinar matahari pagi tidak hanya berguna untuk orang dewasa saja, namun bayi dan anak-anak pun disarankan untuk berjemur dipagi hari. 

Dibawah ini beberapa manfaat menjemur bayi dan anak di pagi hari yang bisa dirasakan efeknya, diantaranya :
  • Menghindarkan kasus bayi kuning
Bayi baru lahir beresiko mengalami kuning karena kadar bilirubin mulai naik pada hari ke 3 sampai hari ke 5 dan menurun pada saat bayi berusia 7 sampai 10 hari. Manfaat sinar matahari pagi dapat membantu memecah bilirubin dalam darah bayi sehingga kadarnya menurun dan kembali normal. Dengan demikian rona kulit bayi yang kuning akan berangsur normal juga.
  • Memperkuat tulang bayi
Kandungan vitamin D dalam sinar matahari berperan untuk membantu kalsium agar mudah terserap dalam darah, dan dengan demikian akan menyatu dengan tulang untuk memperkuat tulang. Rajinlah menjemur bayi Anda di pagi hari, maka pertumbuhan tulang bayi akan lebih kuat dan tubuh bayi lebih sehat.
  • Menghangatkan tubuh bayi
Menjemur bayi di sinar matahari pagi juga akan membantu menghangatkan tubuh bayi, terutama bayi yang memiliki resiko alergi. Sinar matahari akan membantu bayi untuk menghilangkan lendir yang masih tertinggal dalam saluran pernafasannya, terutama pada bayi alergi.
  • Menghindari bayi stress
Bayi bisa stress? Walaupun kedengarannya mustahil, bayi bisa saja mengalami stress pasca dilahirkan. Tandanya ialah menangis terus menerus tanpa ada gejala penyakit lainnya yang tampak atau setelah dikonsultasikan ke dokter anak. Sinar matahari pagi dapat membantu melepaskan hormon endorphin dalam tubuh bayi yang dapat membantu melawan stress yang dirasakan bayi.

4. Manfaat Sinar Matahari Untuk Kulit

Jika kulit terpapar sinar matahari melebihi dari jumlah yang sewajarnya, efek buruk yang akan terjadi adalah sunburn yaitu kulit yang terbakar. Penyebab sunburn adalah radiasi sinar UV B yang terlalu tinggi. 

Walaupun begitu, sinar matahari dalam jumlah yang tepat dapat memberikan beragam manfaat bagi kulit, seperti beberapa hal berikut ini:
  • Membentuk vitamin D
Sinar matahari membantu tubuh untuk dapat memproduksi vitamin D. Berjemur di sinar matahari pagi selama sepuluh sampai lima belas menit dapat menghasilkan 1000-3000 IU vitamin D yang diperlukan oleh tubuh dalam satu hari, tergantung jenis kulit serta aktivitas seseorang sehari-harinya. Vitamin D dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium di dalam usus dan menghantar kalsium melewati sel-sel tubuh sehingga dapat memperkuat tulang. Selain itu juga memberikan perlindungan terhadap penyakit kanker, diantaranya paru-paru, prostat, kulit, juga penyakit lain seperti osteoporosis, rakhitis dan diabetes, juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah untuk mengurangi resiko penyakit jantung.
  • Serotonin
Hormon serotonin adalah sebuah neurotransmitter di otak yang dapat mengatur suasana hati. Sinar matahari juga dapat membantu merangsang produksi hormon serotonin yang berperan besar dalam menghasilkan suasana hati yang lebih positif pada seseorang, juga cara berpikir yang tenang serta mental yang fokus. Itulah sebabnya seringkali kita mendengar anjuran untuk bangun pagi, karena berbagai manfaat yang bisa diberikan sinar matahari pagi terhadap tubuh kita.
  • Mengatasi depresi
Penderita depresi musiman dapat kehilangan semangat dan mengalami penurunan mental seperti kelelahan, murung dan tidak bersemangat saat memasuki musim dingin atau pada saat matahari tidak cukup bersinar. Sinar matahari dapat membantu mengurangi berbagai gejala depresi ini dengan melepaskan hormon endorphin, yaitu anti depresan alami yang dimiliki tubuh dan sangat berguna untuk mengatasi depresi. Rajin berjemur di sinar matahari pagi akan membuat seseorang lebih bahagia dan tidak mudah depresi.
  • Meningkatkan sirkulasi darah
Sinar matahari juga mampu meningkatkan sirkulasi darah dengan kemampuannya untuk melebarkan pembuluh darah di kulit sehingga nutrisi serta oksigen dapat lebih banyak dibawa melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Dengan demikian, secara keseluruhan kesehatan akan menjadi lebih baik, dan jantung pun akan cukup sehat dengan denyut nadi serta tekanan darah yang turun ketika manusia sedang beristirahat.
  • Mengatasi masalah kulit
Kegiatan berjemur yang aman dan sesuai aturan telah dibuktikan bisa menghilangkan beberapa masalah kulit seperti jerawat, eksim, psoriasis. Selain itu juga dapat mengurangi bekas luka, tanda peregangan kulit dan masalah kulit lainnya. Sinar matahari pagi dapat membantu sel – sel dalam tubuh untuk bekerja sebagaimana mestinya, karena itu juga dapat mengatasi berbagai masalah pada kulit.
  • Mencegah diabetes
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sinar matahari dan vitamin D yang cukup dapat mencegah anak-anak mengalami diabetes. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar gula darah dengan merangsang penyimpanan kadar gula di dalam otot serta hati.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
Ketika terkena sinar matahari, tubuh akan menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang akan membantu dalam proses menangkal infeksi serta berbagai penyakit akibat serangan bakteri, jamur atau virus lainnya. Dengan demikian maka tubuh akan memiliki kekebalan yang memadai untuk mengusir dan membentengi diri dari berbagai ancaman penyakit.
  • Menghilangkan racun
Racun yang terdapat di dalam tubuh kita bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Agar racun tidak mengendap di dalam tubuh, diperlukan proses yang bisa dilakukan untuk mengeluarkannya yang disebut detoksifikasi. Sinar matahari juga dapat berguna sebagai sarana untuk mendetoksifikasi tubuh dengan perbaikan fungsi hati, yang bertugas untuk mengeluarkan racun dari daam tubuh. Selain itu, sirkulasi darah juga akan menjadi lancar dan menghilangkan racun dalam aliran darah.
  • Mengatasi sulit tidur
Sinar matahari dapat meningkatkan produksi melatonin, yaitu hormon yang diproduksi oleh organ tubuh berukuran seoerti kacang atau nama lainnya kelenjar pinea organ tubuh yang terletak di dasar otak. Melatonin ini akan diperlukan apabila ingin memiliki kualitas tidur yang baik, sebab porsi tibur yang cukup dan kebiasaan tidur yang baik akan memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh dalam waktu yang panjang.
  • Memperbaiki pencernaan
Meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan dan meningkatkan metabolisme tubuh adalah manfaat lain dari sinar matahari untuk kulit tubuh. Sistem pencernaan yang lancar memungkinkan tubuh menyerap sebagian besar zat gizi dan nutrisi yang kita konsumsi sehari-hari, sebaliknya pencernaan yang tidak lancar akan membuat sisa makanan yang tidak terserap menumpuk di dalam tubuh dan mengganggu kesehatan.

5. Bahaya Sinar Matahari

Tentu ada alasan yang kuat mengapa sinar matahari dikatakan hanya bagus pada pagi hari hingga jam tertentu saja. Sebabnya karena setelah melewati jam yang dianggap baik untuk kulit, sinar matahari justru membahayakan. Apalagi jika kita terlalu lama dan sering terekspos pada sinar matahari, resikonya akan semakin besar. 

Apa saja bahaya sinar matahari bagi tubuh kita, simaklah uraian berikut ini:
  •  Resiko terhadap kulit
Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang mempunyai resiko besar bagi kulit. Termasuk dalam tiga jenis yaitu sinar UV A, UV B dan UV C. Sinar UV A memiliki pengaruh yang paling ringan bagi kulit. Walaupun ringan, radiasi sinar UV A dapat menyebabkan kulit cepat berkerut, penuaan dini, gatal  – gatal dan perubahan warna kulit. Sedangkan radiasi UV B dapat menyebabkan rusaknya protein di dalam kulit sehingga menyebabkan kulit terbakar hingga kanker kulit. Yang paling berbahaya dari semuanya adalah sinar UV C yang dapat menyebabkan mutasi pada DNA manusia sehingga menghasilkan kelainan genetik.
  • Resiko terhadap mata
Seperti diketahui, mata manusia adalah organ yang sangat sensitif terhadap cahaya. Bahkan, terlalu lama menatap sinar matahari dengan mata telanjang bisa beresiko mendatangkan penyakit katarak yang bisa berakhir dengan kebutaan. Layaknya kulit, retina mata juga dapat terbakar jika terlalu lama menatap matahari. Selain itu, resiko kanker kulit yang menyerang daerah sekitar mata dan kelopak akan meningkat. Karena hal – hal inilah maka tidak pernah dianjurkan untuk menatap sinar matahari tanpa perlindungan mata, misalnya menggunakan kaca mata hitam. Pada bayi, retina matanya masih sangat sensitif terhadap segala bentuk cahaya. Karena itulah dalam petunjuk menjemur bayi selalu diharuskan untuk melindungi mata bayi dari sinar matahari.
  • Resiko terhadap rambut
Rambut juga beresiko menjadi rusak apabila kita sering berdiam diri di bawah paparan sinar matahari yang terik tanpa pelindung kepala. Akibatnya, selain membuat rambut menjadi kusam dan kasar, sinar matahari juga dapat menyebabkan rambut berubah warna menjadi merah. Jika terpaksa banyak beraktivitas di bawah sinar matahari, sebaiknya gunakan pelindung kepala seperti topi, scarf, atau lainnya untuk menghindari kerusakan rambut.
  • Resiko terhadap tubuh
Ketika tubuh terpaksa berada di bawah paparan sinar matahari dalam waktu lama, tubuh akan mengeluarkan cairan berupa keringat. Jika keringat yang keluar banyak dan semakin lama kita berada di bawah terik matahari, tubuh beresiko mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan karena banyaknya keringat yang keluar tadi. Gejalanya berupa tenggorokan kering, mata berkunang – kunang, tubuh lemas, bibir kering, pusing bahkan hilang kesadaran atau pingsan. Jika mengalami hal ini, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah minum air putih sebanyak – banyaknya untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar dan segeralah beristirahat di tempat yang teduh.

Sinar matahari memang memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, namun juga mengandung banyak bahaya. Resiko terpapar sinar matahari yang berlebihan dapat membuat manusia terkena kanker kulit, kerusakan  mata, dan melanoma. Jika ingin berjemur pada pagi hari, pilihlah waktu yang tepat. Jangan lupa pula ketika beraktivitas di luar ruangan bahwa Anda harus melindungi kulit, tubuh dan rambut dengan mengenakan topi, sun block, atau pakaian yang tepat seperti baju yang menyerap keringat dan juga melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Semoga Bermanfaat

Monday, 18 September 2017

Mengatasi Panas Pada Bayi Setelah Imunisasi


Imunisasi atau vaksinasi merupakan cara yang sangat ampuh dalam menjaga beberapa jenis penyakit. Dengan pemberian vaksinasi melalui suntikan ataupun oral dapat menyelamatkan banyak generasi dari serangan penyakit yang membahayakan dengan meningkatkan daya tahan tubuh yang semakin kuat. Bayi yang belum bisa menerima perubahan lingkungan dikhawatirkan akan mudah terserang penyakit, melalui imunisasi tingkat bahaya yang akan mengancam bayi bisa diperkecil dibandingkan dengan bayi yang tidak mengalami imunisasi. Imunisasi wajib yang dilakukan selama perkembanga bayi adalah imunisasi BCG yang tidak mengakibatkan perubahan berarti pasca penyuntikan.

Imunisasi Hepatitis B akan diberikan sebanyak 3 kali dengan keluhan yang muncul nyeri dan demam ringan, meskipun keluhan ini berbeda dengan bayi lainnya. Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit polio jarang menimbulkan efek samping. Imunisasi campak untuk penyakit campak tidak akan memberikan efek samping bagi sebagian bayi, adapun yang mungkin timbul adalah reaksi demam atau diare.

Selanjutnya adalah imunisasi DPT yang memberikan efek samping dalam kurang nafsu makan, nyeri di area bekas suntikan, muntah dan demam. Manfaat imunisasi memang tidak dapat diragukan lagi akan tetapi beberapa diantara anda khawatir ketika setelah imunisasi bayi anda mengalami peningkatan suhu badannya. Apa yang harus dilakukukan? Anda tidak perlu panik pada beberapa imunisasi termasuk pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) mengakibatkan perubahan suhu badan pada bayi anda. Bayi anda akan mengalami kesulitan tidur, lebih mudah menangis dan gelisah ini bukan karena vaksin yang tidak cocok melainkan karena perubahan suhu badan yang membuat bayi anda tidak nyaman. Bahkan berhasil atau tidaknya imunisasi bisa dilihat pasca imunisasi dengan ditandai perubahan suhu badan yang meningkat, panas atau bengkak disekitar area suntikan.

Pemberian vaksin yang mengalami peningkatan suhu tubuh sering kali membuat anda panik, serba salah bahkan ikut menangis tak tega dengan kondisi bayi. Walaupun sebelumnya anda akan diberi tahu pasca imunisasi perubahan yang dialami oleh bayi, anda dapat meminta obat penurunan panas untuk antisipasi peningkatan panas sewaktu-waktu. Pada panas bayi mencapai 38 derajat celcius tidak membutuhkan obat penurun panas.

Berikut adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi suhu badan yang tinggi pada bayi anda pasca imunisasi :
  1. Memberikan ASI sesering mungkin. Kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan.
  2. Mendekap bayi, dengan memberikan dekapan dari anda dapaet meningkatkan zat antinyeri sehingga menurunkan rasa sakitnya.
  3. Jangan menggunakan bedong atau selimbut tebal, gunakan baju yang mudah menyerap keringat.
  4. Kompres menggunakan air hangat sehingga menurunkan resiko kejang-kejang ketimbang menggunakan air dingin.
  5. Memberikan kompresan air hangat untuk mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Kebanyakan bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman.
  6. Berikan pijatan halus agar bayi merasa nyaman
  7. Gunakan selalu alat pengukur panas (termometer) untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.
  8. Pada umumnya kenaikan suhu badan bayi anda akan meningkat berkisar 38- 40 derajat celcius, panas badan anda akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Ketika bayi anda mengalami panas melebihi 38 derajat celcius dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila tidak kunjung turun dan mempunyai riwayat kejang maka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penangananya.
Semoga Bermanfaat

Sumber : https://bidanku.com

Sunday, 17 September 2017

Masalah-masalah Pada Bayi Dan Tips Penanganannya


Merupakan hal yang wajar bagi orang tua, terutama orang tua baru untuk menjadi resah kalau bayinya sakit. Bayi tidak berdaya dan belum bisa mengatakan kepada oratuanya apa yang tidak beres dengan diri mereka. Bayi mengirimkan isyarat yang kerap kali membingungkan bagi kebanyakan dokter anak yang berpengalaman sekalipun. Namun ada beberapa masalah yang seharusnya bisa anda kenali dan anda ketahui apakah masalah tersebut memerlukan perhatian dengan segera.
  • Tersedak
Kadang-kadang ketika tengah menyusui, bayi akan mulai tercekik atau tersedak. kalau ini terjadi, peganglah bayi dengan muka menghadap ke bawah, kepala lebih rendah daripada tubuh, dan tepuk-tepuklah punggung bayi dengan lembut. Biasanya kemudian bayi akan memuntahkan sebagian susu yang sudah ditelannya, batuk-batuk beberapa kali dan bisa bernafas kembali tanpa kesulitan.
  • Radang popok
Ada tiga jenis radang popok yang mengganggu bayi
  1. Radang amoniak, biasanya dari amoniak yang terkandung dalam air seni. Ini bisa disembuhkan dengan menjaga agar bokong bayi tetap kering. kadang-kadang dengan dianginkan tanpa popok beberapa waktu lamanya.
  2. Radang monilia, disebakan oleh jamur candida. Radang ini kelihatan merah dan gatal, dan mungkin untuk menyembuhkannya diperlukan krim obat.
  3. Radang seborrhea, yang kering dan berkerak, kerap kali mengeluarkan cairan bening. Jenis radang ini juga memerlukan krim obat untuk menyebuhkannya.
Bantulah pencegahan radang popok dengan membersihkan bagian itu baik-baik ketika mengganti popok, mengganti popok lebih sering, dan tidak menggunakan celana karet bersama denga popok lain. Salep A & D, desitin, krim diaperene bisa membantu perlindungan bokong bayi dan dapat menyembuhkan radang yang ringan. Tepung jagung merupakan bedak yang bagus sekali untuk digunakan bersama setiap penggantian popok. Tepung ini menyerap air dan mencegah radang.
  • Sembelit
Sembelit atau sulit buang air besar karena tinja terlalu keras praktis tidak dikenal pada bayi yang menyusui langsung pada ibunya. Beberapa bayi yang diberi formula dengan pelengkap zat besi mengeluarkan tinja yang lebih keras. Dalam cuaca panas, sembelit bisa menunjukkan bahwa bayi memerlukan cairan tambahan. Cobalah beri bayi air/susu lebih banyak. Kalau kondisi ini terus bertahan, berkonsultasilah dengan dokter sebelum anda mengganti makanan bayi.
  • Diare
Diare atau berak air (mencret), merupakan masalah yang umum pada bayi. Kadang-kadang sulit diketahui apakah bayi anda terkena diare (yang biasanya disebabkan oleh infeksi) atau hanya lebih sering buang air yang encer (yang biasanya disebabkan oleh makanan). Salah satu cara untuk bisa mengetahui dengan tepat adalah memperhatikan apakah tinja berbentuk, dan apakah warna tinja seperti biasanya. Tinja bayi yang terkena diare encer, tanpa elemen yang terbentuk, dan mungkin disertai kram yang menyebabkan bayi menangis ketika buang air besar. Sering kali bayi yang terkena diare tidak mau makan secara normal, terkena demam, dan sikapnya lesu (kurang gairah). Seperti dalam kasus muntah-muntah, bayi anda bisa terkena dehidrasi dengan cepat kalau cairan tubuh yang hilang tidak diganti. Periksakan ke dokter kalau anda berpikir bayi anda terkena diare.
  • Kecegukan
Seperti orang dewasa, bayi juga bisa kecegukan ketika bersendawa atau makan. Banyak bayi yang kecegukan ketika masih dalam rahim, atau terus sering kecegukan ketika mereka masih bayi. Walaupun tidak berbahaya dan tidak sakit, tetapi kadang-kadang mengesalkan dan membuat bayi tersiksa juga. Kecegukan bisa diobati dengan memberi bayi cairan yang lebih banyak. Meletakkannya menelungkup, atau meletakannya di atas bahu anda dan menggosok-gosok punggungnya. Sering kali penggantian posisi bisa membantu bayi mengatasa masalah ini.
  • Sumabukan
Adalah kerak yang terbentuk pada puncak kepala bayi. Kerak kepala ini terbentuk dari minyak yang mengering dan kulit mati, yang membentuk kerak. Orang tua bisa menghilangkan dan menyingkirkan kerak kepala ini dengan mencuci kepala bayi secara lembut dengan sampo bayi, melepaskan kerak dari rambutnya. Membubuhkan minyak bayi ke kulit kepala bayi sehari sebelum mengeramas bayi membantu pencairan minyak dalam kerak dengan membasahkannya pada kulit kepala. Kalau puncak kepala bayi tampak merah atau mengeluarkan cairan bening, segera hubungi dokter untuk diperiksakan dan mintai nasehatnya.
  • Muntah-muntah
Berbeda dengan tersedak, muntah-muntah bisa terjadi sesudah bayi disusui ataupun tidak disusui. Muntah-muntah biasanya dihubungkan dengan pemberian makanan. Muntah-muntah disebakan oleh banyak hal, termasuk infeksi tersumbatnya usus halus, dan (dalam beberapa kasus) merupakan pertanda terlalu banyak makan. Bayi yang muntah terus menerus menghadapi resiko terkena dehidrasi. Karena bayi yang baru lahir tidak tahan kehilangan banyak cairan tubuh, segeralah periksakan bayi anda ke dokter.

Semoga Bermanfaat

Cara Mensterilkan Botol Susu Bayi


Peralatan bayi sangat penting untuk anda perhatikan mengingat pada tahun pertama kelahiran bayi sangat rentan terhadap beberapa penyakit. Imunitas tubuhnya tidak dapat disamakan dengan orang dewasa sehingga beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri dan parasit akan berkumpul pada peralatan bayi yang tidak steril. Peralatan bayi yang paling akrab dan bersentuhan langsung dengan mulut bayi adalah botol susu. Botol susu dapat dipilih sesuai dengan usia bayi anda hal ini untuk memudahkan adaptasi yang dilakukan oleh mulut bayi anda. Bagi anda yang memilih botol plastik maka perhatikan jenis plastiknya, pastikan jenis plastik tersebut tidak berbahaya untuk bayi anda.

Pilihan jenis plastik yang sesuai untuk botol susu bayi adalah Polypropylene atau PP karena dinilai paling aman dari segi bahan kimia yang terkandungnya. Untuk menentukan jenis plastiknya anda dapat melihat kode yang tertera di botol susu bayi yang akan anda pilih. Selain memperhatikan jenis bahan plastik yang digunakan dalam botol susu bayi penting untuk anda dalam memperhatikan cara dalam mensterilkan botol susu bayi.

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan dalam mensterilkan botol susu bayi yaitu :

1.    Metode Perebusan

Ketika anda memilih untuk mensterilkan botol susu bayi dengan cara merebus yang harus perhatikan terlebih dahulu adalah jenis plastik botol bayi karena jenis Polikarbonat (PC) akan melepaskan residu senyawa kimia apabila direbus. Plastik jenis ini akan melepaskan residu yang berbahaya bagi kesehatan bayi anda yaitu jenis bisfanol yang akan membahayakan sistem hormon tubuh. Apabila jenis plastik botol susu anda memang aman untuk dilakukan strelisasi dengan cara perebusan maka hal yang dapat anda lakukan adalah dengan menyediakan panci besar dengan penutupnya. Isi panci dengan air  secukupnya yaitu ketika botol susu bayi sudah tenggelam di dalam panci tersebut. Pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap di dalam botol dan dot, kemudian tutup panci dan didihkan kurang lebih 10 menit.

2.    Mengunakan Microwave

Banyak botol susu bayi dapat disterilisasi menggunakan microwave. Hanya dibutuhkan waktu 90 detik untuk mensterilkan botol susu bayi anda dalam menggunakan microwave. Jangan menutup botol susu selama melakukan sterilisasi microwave karena tekanan dapat terjadi di dalamnya.Hati-hati saat melepas tutup microwave pada saat strealisasi uap karena masih menyimpan panas setelah strealisasinya. Keuntungan utama dari sterilisi microwave  adalah tidak ada bau atau rasa tersisa setelah metode ini. Selain itu jika anda dapat menyimpan dengan cara yang tertutup akan membantu dalam menjaga botol susu anda dalam keadaan steril selama 3 jam.

3.    Metode Air Dingin

Anda dapat membeli peralatan sterilisasi khusus untuk sterilisasi air dingin atau anda dapat menggunakan wadah plastik dengan tertutup. Jika Anda menggunakan ember atau wadah untuk menstrerilkan botol susu  periksa bahwa peralatan yang anda gunakan bersih. Hal yang harus anda perhatikan selanjutnya adalah  tidak ada gelembung udara yang tersisa di botol dan menjaga semuanya terendam selama minimal 30 menit untuk mensterilkan secara optimal. Bagi anda yang akan mensterilkan botol susu hal yang penting yang terkadang luput dari perhatian anda adalah kebersihan tangan anda kemudian alat alat yang akan digunakan seperti sikat botol dan juga cara membilasnya, pastikan deterjen yang anda gunakan bersih dan tidak membekas di botol susu.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Bayi Berkeringat Berlebih, Normalkah?


Beberapa ibu baru seringkali mengkhawatirkan bayi yang mengalami keringat berlebih. Mereka mengkhawatirkan terjadinya kelainan pada bayi di usia yang masih muda. Benarkah munculnya keringat berlebih pada bayi merupakan kelainan atau tanda adanya masalah kesehatan pada bayi? Untuk menjawab kekhawatiran anda ,kami akan berbagai mengenai masalah keringat berlebih pada bayi.

Pada dasarnya produksi keringat pada tiap anak mengalami perbedaan. Hal ini tergantung dari produksi kelenjar keringat yang berada di dalam tubuh anak anda. Bahkan dalam kondisi tertentu produksinya akan mengalami kelebihan dari biasanya. Misalnya saja disebabkan karena mekanisme mendinginkan suhu tubuh anak anda yang terkadang berlebihan sehingga menyebabkan keringat yang lebih banyak dari biasanya, walaupun udara tidak terlalu panas.

Selain mekanisme tubuh bayi, pengaruh besar yang dapat menyebabkan bayi berkeringat berlebih adalah kondisi ruangan yang tidak nyaman atau udara yang panas. Pada usia bayi kemampuan bayi dalam mengatur suhu tubuh tidak dapat secepat pertumbuhan bayi anda. Oleh karena itu anda tidak perlu cemas dikarenakan masalah keringat yang berlebih pada bayi tidak dipicu oleh keadaan cemas berlebih seperti orang dewasa.

Selain itu keringat yang berlebih pada bayi yang hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu saja seringkali membuat anda cemas. Sebenarnya apa saja yang menyebabkan bayi berkeringat, mungkinkah hanya berlangsung beberapa bulan saja dan akan normal kembali?

Berikut adalah penyebab keringat berlebih pada bayi anda :

1. Bagian dari metabolisme tubuh bayi

Pada dasarnya keringat yang berlebih merupakan pertanda yang baik dikarenakan kelenjarnya dapat berfungsi dengan sempurna. Keringat dapat mengeluarkan sekresi atau pembuangan sisa-sisa garam yang tidak dibutuhkan bayi anda. Bahkan keringat merupakan tanda bahwa tubuh bayi sedang memproses susu sehingga dikonsumsi menjadi protein sebagai pasokan energi di dalam tubuh bayi. Proses ini menyebabkan tubuh membutuhkan kalori dan meningkatkan panas yang akan dibuang menjadi keringat.

2. Demam yang tinggi pada bayi

Apabila bayi anda demam biasanya berkeringat lebih banyak hal ini dikarenakan proses infeksi yang terjadi pada tubuh bayi memicu keringat berlebih. Sehingga apabila bayi demam sebaiknya banyak beristirahat dan memberikan cairan sehingga tidak mengalami dehidrasi.

3. Pertanda gangguan kondisi bayi

Keringat yang menjadi pertanda gangguan kondisi pada bayi adalah yang disertai dengan keluhan seperti rewel, kehilangan nafsu makan, lemah dan susah tidur. Beberapa gangguan yang seringkali dihubungkan antara lain yaitu alergi sehingga hipersensitif terhadap cuaca panas. Kemudian mengalami kistik fibrosis yang merupakan kelainan gen dan dapat memicu infeksi pada paru-paru, meskipun di Indonesia jarang terjadi. 

Selanjutnya berhubungan dengan gizi buruk, hal ini disebabkan karena makanan yang kurang sehingga proses metabolisme di dalam tubuh berlangsung lebih ekstra ketimbang dengan proses makanan yang teratur. Selanjutnya adalah hiperhidrosis dimana penyakit-penyakit pada sistem endokrin.

4. Tersumbatnya saluran keringat

Tersumbatnya saluran keringat dapat terjadi pada bayi dikarenakan pergantian sel-sel yang masih lambat sehingga terjadinya penumpukan sel-sel kulit. Sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan saluran kelenjar keringat.

Apabila anda sudah mengetahui penyebab bayi anda berkeringat berlebih, anda dapat melakukan penanganan khusus. Sekali lagi kami beritahukan pada anda apabila keringat berlebih pada bayi tidak dibarengi dengan keluhan pada bayi maka anda tidak perlu khawatir dikarenakan seiring denga bertambahnya anak anda, maka masalah ini akan berkurang.

Anda dapat melakukan pencegahan dengan cara berikut :
  • Menjaga kenyamanan lingkungan bayi anda. Kamar yang bersih dan tidak ditempatkan pada ruangan yang lembab.
  • Menggunakan baju yang menyerap keringat, biasanya berbahan katun dan tidak ketat.
  • Jangan membubuhkan bedak pada kulit bayi yang basah dikarenakan akan memicu biang keringat.
  • Senantiasa menjaga kebersihan tubuh bayi dengan cara memandikan secara teratur sehingga tidak banyak keringat yang keluar.
Sedangkan bagi bayi anda yang mengalami masalah dengan keringat berlebih disertai dengan keluhan berlebih maka anda dapat melakukan beberapa pencegahan diantaranya dengan berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan terhadap gangguan kondisi kesehatan anak anda.

Semoga Bermanfaat

Mengajari Sisulung Menyayangi Adik Bayi

Kehadiran adik bayi pastinya bisa menambah keceriaan di keluarga. Namun, sepertinya hal itu belum tentu berlaku bagi si kakaknya. Si Kak...